Main Road bike, kenapa harus ikut peloton?

Road bike atau sepeda balap atau kalau google translate mengartikannya sebagai sepeda jalan raya umumnya dapat kita lihat marak dikendarai dengan berkelompok rapih seperti barisan bebek*, bagian depan ketika bermanuver maka secara otomatis pengendara sepeda dibelakangnya juga ikut bermanuver, pergerakan ini secara otomatis diikuti barisan dibelakangnya. Bagi yang saat ini masih bersepeda dengan gaya Romli*(Rombongan liar) dan bahkan yang sepedaan sendiri tidak akan merasakan keseruan berpeloton. Ternyata banyak manfaat dengan berpeloton, yuk simak penjelasan berikut.

Apa itu Peloton ?

Jaman online seperti saat ini, pengertian sesuatu bisa merujuk ke wikipedia, berikut penjelasan tentang peloton. peloton adalah grup utama atau kelompok/rombongan pesepeda. Peloton berasal dari bahasa Prancis, platoon istilah yang dipakai pada formasi barisan militer. Layaknya seperti orang berbaris, bersepeda dengan model ini pun membanjar ke belakang.

Salah satu Tantangan ketika seseorang bersepeda adalah angin. Hal ini juga menjadi pertimbangan disain sepeda balap cenderung menunduk agar lebih aero dinamik. Selain model sepeda yang disesuikan, juga cara bersepeda ikut menyesuaikan. Peloton menjadi solusi melawan terpaan angin dari depan. Bersepeda dengan model peloton ternyata memberikan banyak keuntungan, yang paling utama adalah fungsi drafting, orang yang ikut dalam peleton akan menghemat tenaga bisa sampai 30% di banding naik sepeda sendiri, sehingga tetap mampu melahap rute-rute panjang. Pemimpin peloton atau biasa disingkat RC adalah yang memegang peranan leader dalam peloton, selain menanggung beban atau keterpaparan angin paling besar tapi dia juga yang mengarahkan alur peloton.

Dengan berpeloton, tenaga tiap orang bikers bisa di maintain atau dijaga, secara bergantian menjadi pemimpin peloton, ketika lelah maka pesepeda yang dibelakangnya wajib menggantikan dan secara teratur mundur ke barisan belakang untuk pemulihan (recovery) nafas dan tenaga, pada giliran selanjutnya dia akan berada kembali dibarisan terdepan. Dengan model seperti ini maka kecepatan laju sepeda bisa optimal dan mampu bertahan lebih jauh.

Berpeloton tapi tetap waspada

Kenikmatan bersepeda dengan berpeloton bisa langsung buyar ketika salah seorang anggota mengalami kecelakaan, misalnya barisan ke 2 dari depan terjatuh maka akan berpotensi semua bikers dibelakangnya juga akan terjatuh menabrak pengendara didepannya. RC sebagai pemimpin peleton adalah orang yang paling bertanggung jawab agar orang dibelakangnya bisa tetap selamat, sehingga dibutuhkan kode-kode tangan untuk memberi aba-aba ke pengendara dibelakangnya apakah harus mengerem atau mengingatkan bahwa ada lubang bahkan meminta agar menurunkan kecepatan.

Selama berpeloton hindari posisi ban yang terlampau dekat dengan ban belakang pengendara di depan kita, atau apalagi jika posisi ban mengambil sisi kanan atau sisi kiri ban pengendara di depan. Hal tersebut berbahaya karena bisa saja pengendara di depan bergerak repleks karena menghindari lubang sehingga kendaraan di belakang mengenai ban depannya. Jarak ideal adalah kurang lebih 1 meter dari ban pengendara didepannya.

Kemampuan berpeloton perlu pula dilatih bersama dengan teman atau partner bersepeda sehingga terbiasa dan mudah mengontrol ketika ikut dalam sebuah peloton.

Demikian penjelasan singkat tentang peloton, tetap semangat dan Patuhi protokol Covid19. Salam sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email
Instagram